Jakarta, 12 Februari 2026
Indekstat Research & Data Science merilis hasil Survei Nasional bertajuk “Peta Elektoral Januari 2026” yang dilaksanakan pada 11–25 Januari 2026 terhadap 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi secara proporsional. Survei ini memiliki margin of error (MoE) ±2,9%. Populasi survei adalah Warga Negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau telah memiliki hak pilih. Penelitian ini dirancang untuk memotret persepsi publik terkait dinamika sosial-politik serta konfigurasi peta elektoral nasional pada awal tahun 2026.
Hasil survei menunjukkan bahwa dalam simulasi tertutup pemilihan partai politik, Partai Gerindra memimpin dengan elektabilitas 37,0%, diikuti oleh PDI Perjuangan (7,9%), PKB (7,7%), Partai Demokrat (6,9%), Golkar (5,8%), PKS (5,3%), dan PAN (3,9%). Preferensi pemilih terhadap partai masih kuat dipengaruhi faktor psikologis (48,1%), terutama ketertarikan terhadap figur yang diusung partai (27,9%). Secara umum, tingkat kemantapan pilihan pemilih tergolong tinggi, dengan 72,0% responden menyatakan sudah mantap menentukan pilihan. Tingkat loyalitas tertinggi tercatat pada pemilih PKS (78,5%), PDI Perjuangan (77,4%), dan Golkar (74,1%), disusul Gerindra (72,3%) dan Nasdem (72,2%).
Konstelasi politik menuju 2029 juga tergambar dari peta elektabilitas calon presiden. Dalam simulasi tertutup, Prabowo Subianto memimpin dengan 48,9%, diikuti Dedi Mulyadi (16,9%) dan Anies Baswedan (10,1%). Mayoritas responden (49,7%) menyatakan bahwa aspek persona dan kepribadian calon menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihan. Lebih jauh, publik menilai bahwa kualitas pribadi (97,3%) dan program kerja (94,2%) merupakan faktor paling penting dalam memilih pemimpin, melampaui pertimbangan afiliasi politik (74,5%) maupun latar belakang keluarga (67,6%). Kombinasi antara soliditas loyalitas partai dan tuntutan tinggi terhadap kualitas personal kandidat menjadi fondasi utama dinamika politik nasional menuju 2029.
Secara kewilayahan, dukungan terhadap figur calon presiden menunjukkan variasi yang kontras. Prabowo Subianto unggul di Bali–Nusa (61,1%), Sulawesi (59,3%), dan Jawa Timur (52,5%). Sementara itu, Dedi Mulyadi dominan di Jawa Barat (48,3%) serta memperoleh dukungan relatif kuat di Kalimantan (21,8%). Di sisi lain, Anies Baswedan mencatat dukungan tertinggi di Sumatera (17,9%) dan Sulawesi (17,1%).
Sebagai lembaga riset yang mengedepankan pendekatan berbasis data dan diskursus saintifik, Indekstat Research & Data Science berharap temuan empiris ini dapat memperkaya ruang publik dengan informasi yang terukur, sekaligus menjadi referensi strategis bagi para pengambil kebijakan dan pemangku kepentingan dalam membaca arah dinamika politik nasional secara objektif dan komprehensif.

